FAKTOR KECILNYA TELUR AYAM

Tanggal :11/05/2023 00.00.00 Penulis : Creative Team

 

Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia karena pengolahannya yang mudah serta harganya yang terjangkau bagi seluruh kalangan. Peternak ayam layer sebagai pemasok telur ayam di pasaran harus memonitoring kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan oleh ternak ayam layernya. Pengontrolan kuantitas telur yang diabaikan akan berdampak pada harga telur di pasaran dan bisa menyebabkan perang harga dan harga telur menjadi jatuh. Kualitas juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Masa penyimpanan telur yang terlalu lama akan menyebabkan telur busuk dan tidak layak jual. Penyimpanan telur pada lemari pendingin dapat menambah durasi penyimpanan dibandingkan dengan disimpan pada suhu ruangan.

 

Ukuran telur yang dihasilkan juga diharapkan seragam atau tidak ada perbedaan yang sangat mencolok dari segi ukuran maupun warna kerabang. Kondisi tidak seragamnya ukuran telur sering ditemui oleh peternak ayam layer. Lalu apa saja faktor penyebab ketidakseragaman ukuran telur ayam yang dihasilkan? Mari simak pembahasan berikut ini.

 

Ketidakseragaman ukuran telur berkaitan dengan kualitas dari telur tersebut. Ada 2 faktor yang berperan penting pada kualitas telur ayam yaitu faktor infeksius dan faktor non infeksius. Faktor infeksius yaitu adanya penyakit yang menyerang tubuh ayam dan menyebabkan kerusakan pada organ ayam sehingga berdampak pada kualitas telur. Telur yang berukuran kecil dan warna kerabang pucat bisa disebabkan karena ayam terserang penyakit ND (Newcastle Disease). Penyakit ND juga bisa menyebabkan penurunan produksi telur dan mengganggu saluran pernapasan ayam. Angka kematian yang ditimbulkan sekitar 10% untuk kasus ND mesogenik dan 100% untuk kasus ND velogenik. Pencegahan penyakit ND pada kandang ternak ayam layer Anda bisa dengan peningkatan biosecurity dan pelaksanaan vaksinasi yang terencana dengan baik. Penularan bisa melalui pegawai kandang ataupun peralatan kandang yang digunakan bersamaan seperti wadah pakan ayam.

 

Faktor non infeksius yaitu faktor yang cenderung disebabkan oleh manajemen kandang yang tidak baik seperti kualitas pakan, pencahayaan, kondisi stress ayam, dan bobot ayam. Pakan menjadi sumber nutrisi bagi ayam. Kualitas pakan yang buruk dan kebutuhan akan nutrisi yang tidak terpenuhi akan menyebabkan telur ayam berukuran kecil. Nutrisi yang dibutuhkan dalam pakan seperti protein, asam amino, energi, lemak total, dan asam lemak esensial. Pencahayaan berpengaruh terhadap ukuran telur yang dihasilkan serta kematangan saluran reproduksi. Ayam yang mengalami kematangan seksual terlalu dini akan memproduksi telur berukuran kecil. Stress yang dialami oleh ayam selain berdampak pada penurunan produksi telur juga berdampak pada ukuran telur yang dihasilkan. Salah satu penyebab ayam stress bisa dikarenakan perubahan cuaca yang ekstrim terutama saat masa pancaroba.

 

Setelah mengetahui kedua faktor penyebab kecilnya telur ayam Anda bisa meminimalisir penyebab tersebut dengan peningkatan biosecurity, perencanaan program vaksinasi ayam layer, penyediaan pakan berkualitas serta air minum higienis, persiapan akan menghadapi cuaca ekstrim saat pancaroba, dan pemberian vitamin secukupnya.

kategori blog

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui
Logo IDT
Chatbot