PENGARUH PENERAPAN KANDANG CLOSED HOUSE TERHADAP PERFORMA AYAM

Tanggal :11/05/2023 00.00.00 Penulis : Creative Team


Ternak ayam broiler saat ini banyak diminati oleh para peternak di Indonesia seiring tingginya permintaan daging ayam di pasaran. Ayam broiler memiliki ciri khas rentan terhadap penyakit baik ketika musim penghujan maupun masa pancaroba. Kandang ternak ayam broiler yang semula menggunakan alat dan bahan yang sederhana dengan harga terjangkau pun kini mulai ditinggalkan dan ditingkatkan menjadi kandang tipe close house. Kandang open house yang mengandalkan sirkulasi udara secara alami melalui rongga udara ataupun celah di bangunan kandang menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan suhu yang sesuai dengan pertumbuhan ayam broiler. Sedangkan pada kandang tipe close house terdapat peralatan yang mendukung tersedianya ataupun dapat memenuhi kebutuhan suhu yang dibutuhkan dalam kandang ayam broiler tersebut.

 

Lalu apa pengaruh penerapan kandang close house terhadap performa ayam?

Berdasarkan dengan apa yang sudah sedikit disinggung di atas kita dapat mengetahui bahwa pada kandang tipe close house diuntungkan dengan sistem kandangnya yang tertutup dengan disertai peralatan canggih yang bisa memenuhi kebutuhan suhu ayam broiler. Kandang close house ini biasanya dimiliki oleh peternak dengan skala besar. Suhu yang sesuai akan memberikan rasa nyaman pada ayam broiler sehingga ayam broiler tidak mudah terserang penyakit. Pada kandang open house khususnya saat musim hujan, ayam broiler dapat mengalami kedinginan yang bisa dilihat dari berkumpulnya segerombol ayam broiler di dekat pemanas. Suhu yang terlalu rendah maupun tinggi meningkatkan mortalitas yang terjadi pada ternak ayam broiler. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang sudah banyak dilakukan bahwa penerapan kandang close house menurunkan tingkat mortalitas. Kualitas ayam yang diternakkan pada kandang close house juga terbukti lebih baik jika dibandingkan dengan ayam dari kandang tipe open house. Rata-rata kecepatan pertumbuhan ayam di kandang open house memang lebih cepat dibandingkan di kandang close house tetapi berat final ayam saat panen lebih berat pada ayam yang diternakkan pada kandang close house.

 

Pengaruh penerapan kandang close house pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan hasil panen ayam broiler. Pencegahan kematian ayam broiler dengan jumlah banyak bisa dilakukan melalui pengetatan biosecurity dan penggunaan peralatan otomatis mengurangi morbiditas dan mortalitas dalam kandang. Selain mengurangi mortalitas, peralatan kandang yang bisa beroperasi secara otomatis juga berdampak terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Hal tersebut juga berpengaruh pada biaya operasional yang dikeluarkan. Contohnya saja pada penggunaan tempat makan ayam otomatis pegawai kandang tidak perlu lagi menuang pakan satu persatu ke wadah pakan ayam tetapi bisa hanya dengan mengisi hopper yang berada di dalam kandang yang kemudian nanti dari hopper tersebut pakan akan terdistribusi ke seluruh pan feeder dalam kandang. Penerapan kandang tipe close house disertai peralatan ternak otomatis mungkin pada awalnya menjadi keraguan karena modal awal yang dikeluarkan akan sangat banyak tetapi hal ini sesuai dengan keunggulan yang ditawarkannya seperti pengurangan jumlah tenaga kandang yang dibutuhkan, pengurangan tingkat penyakit dan kematian ayam dalam kandang, dan performa ayam yang meningkat.

 

Semoga bermanfaat!

kategori blog

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui
Logo IDT
Chatbot