CV.Mitra Alat Ternak - Jual Peralatan Kandang Ternak Open dan Close House
Verified Supplier
Tambah Ke Favorit

Penyakit Chicken Anemia Syndrome

Tanggal :13/12/2022 14.03.00 Penulis : Creative Team


Chicken Anemia Syndrome (CAS) merupakan penyakit viral yang bersifat akut. Semua ayam berpotensi terserang penyakit ini terutama ayam muda yang berumur kurang dari dua minggu. Penyakit ini ditandai dengan adanya anemia aplastika dan atrofi organ limfoid yang mengakibatkan terjadinya imunosupresif. Anemia aplastika adalah kondisi dimana sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang cukup. Penurunan kekebalan tubuh ayam yang disebabkan oleh CAS berpotensi memicu munculnya jenis infeksi lain yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.


Gejala pada ayam yang terjangkit CAS diantaranya yaitu pertumbuhan terhambat serta tidak mau makan ataupun minum, pial dan jengger ayam terlihat pucat, bulu ayam berdiri, dan meningkatnya mortalitas. Penyebab dari penyakit CAS yaitu Chicken Anemia Agent (CAA) yang termasuk dalam kelompok circovirus. Virus ini menular dan menyebar dengan cepat diantara ayam dalam satu kelompok. Ayam yang terkena CAS tidak langsung menunjukkan gejala-gejala yang jelas, tapi produksi telurnya akan mulai menurun. Demikian juga dengan daya tetas dan fertilitasnya yang mulai tampak bermasalah.


Kepucatan ayam tersebut disebabkan atropi jaringan hematopoietik pada sumsum tulang, perdarahan subkutan dan otot serta atropi pada organ limfoid. Selain itu sering ditemukan gejala berupa lesi fokal pada kulit, terutama sayap, kepala, leher, ekor, dada, abdomen, paha, tibia, dan kaki. Lesi dapat berupa perdarahan pada kulit berbentuk echimotik atau kerusakan dengan warna kebiruan yang disebut blue wing disease. Jika disertai infeksi sekunder oleh bakteri biasanya mengeluarkan eksudat serosanguinus yang bening dan encer, sehingga menimbulkan dermatitis gangrenosa.


Cara paling efektif untuk mencegah serangan virus penyebab Chicken Anemia Syndrome adalah melalui vaksin. Ayam indukan perlu divaksin pada usia ideal 18 minggu agar kelak keturunannya sudah memiliki antibodi maternal dari sang induk. Anak ayam pun akan terhindar dari penyakit ini setidaknya selama 6 minggu. Jenis vaksin yang digunakan bisa berupa vaksin inaktif atau vaksin aktif yang sudah dilemahkan. Terdapat beberapa cara pemberian vaksin diantaranya yaitu dengan mencampurkan vaksin ke tempat minum, diteteskan ke ayam, dan suntik. Metode vaksinasi melalui air minum dianggap cukup mudah prosesnya terlebih lagi jika peternak memiliki medicating system dan menggunakan tempat minum ayam otomatis. Harga tempat minum ayam otomatis tentu lebih mahal daripada tempat minum ayam manual. Hal ini juga sesuai dengan kualitas dan kelebihan yang dimiliki oleh tempat minum ayam otomatis.  Tempat minum ayam otomatis memiliki kelebihan yaitu rendahnya tingkat kontaminasi pada air sehingga tetap higienis dan memudahkan proses vaksinasi melalui air minum. Penggunaan air juga berkurang dan tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit.

kategori blog

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui
Bendera Indonesia Indonesia  |  Bendera Inggris English
Logo IDT
Chatbot