PERBEDAAN FASE STARTER, GROWER, DAN FINISHER DALAM TERNAK AYAM BROILER

Penulis : Creative Team 01 Sep 2023 Dilihat: 69 kali


Ternak ayam broiler adalah salah satu bisnis yang sangat populer di dunia peternakan. Ayam broiler biasanya dibudidayakan untuk dagingnya yang lezat dan merupakan salah satu sumber protein hewani utama dalam konsumsi manusia. Agar ternak ayam broiler tumbuh dengan sehat dan efisien, pemilik ternak harus memahami perbedaan antara fase starter, grower, dan finisher dalam pemeliharaannya. Setiap fase memiliki persyaratan gizi yang berbeda dan strategi manajemen yang harus diperhatikan. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan perbedaan antara ketiga fase tersebut.

 

Fase Starter:

Fase starter adalah fase awal dalam pemeliharaan ayam broiler yang dimulai dari saat ayam tersebut dipindahkan dari kandang penetasan hingga usia sekitar 10-14 hari. Usia ayam yang dikategorikan fase starter biasanya dimulai pada usia 1 hingga 14 hari. Fase starter memiliki beberapa karakteristik utama:

  • Pakan

Pakan yang digunakan pada fase starter memiliki kandungan protein yang tinggi, biasanya sekitar 22-24%. Kandungan protein yang tinggi sangat penting untuk pertumbuhan awal ayam broiler.

  • Kepadatan Populasi

Pada fase ini ayam broiler biasanya ditempatkan dalam kandang dengan kepadatan yang lebih rendah untuk menghindari persaingan makanan dan untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup.

  • Pemantauan Kesehatan

Pada fase starter, pemantauan kesehatan ayam sangat penting. Ini termasuk memeriksa suhu kandang, kebersihan air minum, dan mencegah penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhan awal ayam.

 

Fase Grower:

Setelah fase starter, ayam broiler memasuki fase grower. Fase ini berlangsung dari usia sekitar 14 hingga 28 hari. Berikut adalah beberapa ciri khas dari fase grower:

  • Pakan

Kandungan protein dalam pakan fase grower biasanya berkurang menjadi sekitar 20-22%. Ayam broiler tetap membutuhkan protein, tetapi dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan fase starter.

  • Kepadatan Populasi

Kepadatan populasi dapat ditingkatkan sedikit, karena ayam broiler pada fase grower lebih mampu bersaing dan mencari makanan.

  • Pemantauan Kesehatan

Pemantauan kesehatan masih penting, dan vaksinasi biasanya diberikan pada fase ini untuk melindungi ayam dari penyakit tertentu.

 

Fase Finisher:

Fase finisher adalah tahap terakhir dalam pemeliharaan ayam broiler sebelum mereka siap untuk dipanen. Fase ini dimulai sekitar usia 28 hari dan berlanjut hingga usia panen, biasanya sekitar 42-49 hari. Berikut adalah beberapa karakteristik dari fase finisher:

  • Pakan

Kandungan protein dalam pakan fase finisher lebih rendah, sekitar 18-20%, karena ayam broiler telah mencapai tahap pertumbuhan maksimal dan lebih fokus pada peningkatan berat badan.

  • Kepadatan Populasi

Kepadatan populasi dapat ditingkatkan lagi pada fase ini, tetapi perlu diawasi agar tidak terlalu padat, yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan ayam.

  •  Pemantauan Kesehatan

Pada fase finisher, pemantauan kesehatan tetap penting, dan perawatan khusus mungkin diperlukan untuk memastikan ayam dalam kondisi optimal untuk panen.

 

Dengan memahami perbedaan antara fase starter, grower, dan finisher dalam pemeliharaan ayam broiler, peternak dapat merencanakan strategi nutrisi dan manajemen yang sesuai untuk memastikan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Itu juga penting untuk memahami bahwa perubahan pakan dan pengaturan kandang harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari stres pada ayam selama transisi antar fase. Wadah pakan ayam yang digunakan juga harus dapat menjaga higienitas pakan. Dengan perawatan yang tepat, ayam broiler dapat mencapai berat badan yang diinginkan dan menghasilkan daging yang berkualitas tinggi.


Tag

Post Terbaru