CV.Mitra Alat Ternak - Jual Peralatan Kandang Ternak Open dan Close House
Verified Supplier
Tambah Ke Favorit

Perkembangan Ayam Broiler

Tanggal :05/12/2022 13.37.00 Penulis : Creative Team


Pada tahun 1920-1930an merupakan produksi awal dari ayam broiler. Permintaan telur yang tinggi menyebabkan banyaknya ayam layer yang dipelihara sehingga ada kelebihan untuk jumlah ayam jantan yang kemudian petani menjual kelebihan ayam jantan tersebut sebagai unggas penghasil daging. Setelah itu terjadi peningkatan permintaan ayam pedaging dan peternak mulai menyadari bahwa ayam dipelihara dengan single purpose yaitu sebagai penghasil telur atau daging saja sehingga produksi lebih terfokus, efektif, dan efisien.


Ayam broiler dibudidayakan secara industrial. Terdapat dua level budidaya ayam broiler yaitu budidaya indukan (parent stock) dan anak ayam (DOC). Ayam broiler merupakan ayam hasil budidaya teknologi baik jantan maupun betina yang memiliki ciri utama yaitu pertumbuhannya yang cepat dan penghasil daging dengan konversi makanan yang irit. Keunggulan ayam broiler yaitu dapat dipanen pada usia yang relatif muda, memiliki rasa yang khas, memiliki ukuran badan relatif besar, padat, produksi telur rendah, dan bergerak lamban. Ayam broiler pertama kali dikenal di Indonesia pada tahun 1950-an. Perkembangannya terus meningkat di era 1980-an dan seiring berjalannya waktu muncul berbagai strain ayam broiler.


Strain yaitu istilah untuk jenis ayam baru yang bersifat turun temurun dan berasal dari persilangan bermacam-macam bangsa yang memiliki bentuk, sifat, dan tipe produksi tertentu sesuai dengan tujuan produksi. Ayam broiler memiliki banyak strain diantaranya yaitu Arbor Acress, Avian, Acoblack, Cobb, Lohman, Ross, Isa Vedette, Peterson, Hybro, dan Hubbard. Beberapa perusahaan terkadang memiliki strain yang berbeda agar mereka memiliki keunikan sendiri dan merupakan teknik marketing bagi dunia hatchery dimana dengan perbedaan ini peternak menjadi bisa menemukan banyak pilihan yang berkualitas.


Strain ayam broiler yang banyak digunakan di Indonesia yaitu strain Lohman. Ciri-ciri dari ayam broiler strain Lohman yaitu bulu berwarna putih, kulit berwarna kuning, jengger tunggal, kaki berwarna kuningdan pada umur 8 minggu bobotnya dapat mencapai 2,2 kg. Ayam strain Lohman memiliki kelebihan yaitu memilki nafsu makan yang cukup baik. Hal tersebut menunjang pertumbuhan yang baik dan pencapaian bobot badan yang tinggi akan didapatkan dalam waktu yang singkat.


Pengembangan strain Cobb di Indonesia dilakukan oleh perusahaan yang sudah besar dan terkenal. Varian strain Cobb terdiri dari Cobb 500 dan Cobb 700. Jika dilihat berdasarkan target produksi strain Cobb memiliki target yang lebih tinggi dibandingkan dengan strain yang lainnya. Strain Ross merupakan hasil persilangan dari bangsa ayam yang berasal dari Inggris dengan Cornish. Mengetahui berbagai strain ayam broiler untuk kemudian peternak dapat memilih strain yang ingin diternakkan harus juga sejalan dengan faktor-faktor penunjang lainnya dalam beternak ayam broiler seperti faktor lingkungan yang mendukung, pakan yang berkualitas tinggi, sistem perkandangan yang baik, serta perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Peralatan penunjang dalam kandang bisa didapatkan di supplier peralatan ternak ayam yang terpercaya dan mengutamakan pelanggan dalam menjalankan bisnisnya.

kategori blog

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui
Bendera Indonesia Indonesia  |  Bendera Inggris English
Logo IDT
Chatbot